Tampilkan postingan dengan label Coret-coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coret-coret. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

R i n d u  Y a n g  T e r s i p u
tersisa dua kursi tertata manis dalam diam
terlihat rinduku masih tersipu disana
duduk manis yang hanya menunggu satu nama
lalu rintik hujan mulai datang
dan membasahi rinduku
sampai menggigil memanggil namamu
dan sampai matahari membakarpun
rinduku masih akan selalu duduk setia
menunggumu untuk duduk bersamanya
karena rinduku masih duduk manis, setia memangku namamu


Rabu, 19 Desember 2012


ANDAI AKU INI...
seandainya aku ini daun, apakah aku akan mampu betahan oleh angin
ranting saja masih lemah untuk berusaha tidak patah
andai aku ini embun, apakah selamanya akan tergeletak diatas daun
daun saja masih akan terus bergoyang dan jatuh
andai aku ini debu, apakah aku mampu bertahan oleh sebuah tiupan
pasir saja masih sering terbawa angin
andai aku ini cahaya, apakah mampu menerangi gelap
lilin saja masih sering tertiup oleh hembusan angin
andai aku ini burung, apakah mampu untuk terbang jauh
manusia saja masih sering merasa terperangkap apalagi burung di dalam sangkar
andai aku ini awan, apakah bisa bergerak bebas di langit
hujan saja masih sering membuat awan menjadi kelabu
andai aku ini air , mampukah memberi kehidupan
cinta saja tak mampu
andai aku ini bintang, apakah mampu membuat semua orang terkagum
sayangnya aku hanyalah bulan yang tak memiliki cahaya sendiri

dan andai aku ini cinta, mampukah kamu merasa ?

Minggu, 30 September 2012

Seseorang akan menjadi KAMU, nantinya

Mungkin aku terlalu kecil jika harus bicara hal besar, semacam cinta. Tapi, diatas dunia Tuhan telah meletakkan kita bersama pada suatu hari yang disebut bahagia. Lalu kita akan menjaga lingakran yang kita genggam dengan hangat. Lingkaran kecil yang membuatku bertahan duduk memandangimu dengan 1 kata dalam fikirku... ”cinta”.  
Itu semua hanya anganku saat kata itu mulai berlari-lari di atas kepalaku. Aku disini masih sendiri. Tanpa ada seorang masa depan yang akan selamanya bertahan denganku. Selama ini aku masih sering bertanya, siapakah yang akan menjadi kamu” untuk seorang aku” dalam kurun waktu selamanya?
Dan sebelum ”kamu” datang, aku ingin berteduh disini, sendiri. Lalu aku pahami isi dunia yang Telah Tuhan ciptakan. Aku coba mengerti satu per satu takdir yang telah berjalan. Aku dengarkan nyanyian merdu dari ayat-Mu hingga ku tak mampu menampung airmata ini. Mengalirlah sudah bersama derai luka yang ku terima saat aku melepas dia untuk berlari. dia adalah orang yang tak meminta apa-apa, tapi aku mau memberikan segala-galanya. dia adalah seseorang yang tak pernah kupilih. Namun, cinta sendiri yang membawaku berteduh dalam hatinya.


Aku mengerti, cinta tak selalu sejalan. Cinta tak selalu memiliki aturan yang sama. Tapi Tuhan memiliki cara untuk mendekatkan kita nantinya..

Sabtu, 29 September 2012


di titik ini, AKU TERJATUH


Satu demi satu kuhitung barisan waktu
Yang telah berjalan menapaki sendu
Lalu kulihat diriku
Yang telah berhenti diantara ribuan manusia yang terus berjalan

Ini bukan aku
jika tak bisa berjalan walau terluka
tapi aku sungguh masih disini
dan enggan berlari dari titik ini
Walau harusnya aku berdiri
tapi aku masih ingin bersama rasaku disini

Aku yakin akan rasaku
walau takdir tak selalu membawa bahagia
Dan jika esok masih ada
akan ku tantang matahari yang terbangun dari tidurnya
karena hanya sinarmu lah yang mampu menghangatkan bekunya rasaku



Senin, 13 Agustus 2012


T  A  N  Y  A  kamu!


sekian lalu yang telah hilang mengurai tanya
tanya lirih dalam hati yang tak tersampaikan pada jiwa
hingga sempat lenyap dan hangus tak berbekas hitam
tapi putihnya masih tersimpan dalam rasa
yang membawaku kembali untuk membuka tanyaku

     mengapa kau datang saat itu?

Lalu binar mata melihat kenyataan itu
Dan angan telah sedikit mengira-ngira rasamu
Walau semua tak terlihat
Dan masih kau tutupi dengan lakumu
Hingga membuatku bertanya lagi

     Apa yang kau bawa saat itu ?

Kemudian telinga mendengar panggilan nadamu
Terngiang-ngiang syahdu menyayat rindu
Dan kudengar bisikan lirih dari milikmu
Sampai ku lontarkan tanyaku

     Apakah benar itu untukku ?

Tanganku telah merasakan getaran
lalu kuraba rasaku
dan kugenggam cintaku
dan akan kubuka saat kamu ada didepanku
dan bolehkah aku bertanya sekali lagi

     Mengapa kau pergi saat itu, sebelum kau ucap satupun ?


  



Selasa, 07 Agustus 2012

K A M U


Kamu, sepertinya adalah yang lalu..

Kamu, sepertinya  saat itu..

Kamu, sepertinya pernah merindu..

Kamu, sepertinya  cerita lalu..

Kamu, sepertinya objek hari itu..

Kamu, sepertinya menutupi dirimu..

Kamu, sepertinya telah memilih..

Kamu, sepertinya telah melangkah..

Kamu, sepertinya telah jauh..

Kamu, sepertinya tak terlihat..

Kamu, sepertinya sudah tersenyum..

Kamu, sepertinya tak lagi merindu..

Kamu, sepertinya benar-benar yang lalu..

Kamu, rindumu membawa sendu..

Kamu, sepertinya aku mengingatmu..

Kamu, sepertinya ada dihatiku..

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tanyaku hari ini ?
 
Hai pagi, tak terasa aku sudah berada dalam kotak hari ini. Hari dimana aku telah sendiri(lagi). Hari dimana aku telah benar-benar tak mengingat sedikitpun tentang kamu dan masa lalu. Aku hanya seseorang yang sedang duduk diam memandangi masa depan. 
hai pagi, aku sering bertanya pada diriku sendiri bagaimana kisahku selanjutnya? Namun, aku tak mampu mengetahuinya. Lalu aku hanya diam dan tersenyum. Seterusnya berharap aku akan bahagia.
Hai pagi, sebenarnya ingin kutuliskan dia yang malam itu ada di depanku. Namun aku tak sanggup menggambarkannya. Cintanya masih ada di hati orang lain. Aku takut.
Hai pagi, dia adalah orang lama yang kembali dalam baruku. Namun aku ingin menghapusnya sebelum gambar itu terlihat jelas di mata hatiku. Lalu bolehkah aku meminta embunmu untuk menghapusnya?
Hai pagi, apa yang harus ku gariskan di hatiku? Dia tak terlihat. Yang aku ingat dulu dia hanya berdiri sampingku dan belum membuka topengnya. Lalu bagaimana aku harus menggambarkannya?

hai pagi, bisakah kau jawab tanyaku hari ini?

Minggu, 22 Juli 2012

Terima kasih Tuhan :)


Tuhan selalu merencanakan takdir yang tak pernah bisa kuduga. Memberikan sesuatu yang berbeda tepat pada waktunya. Terkadang aku hanya diam tercengang melihat semua. Terkagum melihat tatanan hidup yang terlihat sederhana namun rumit pada nyatanya.
Tuhan memang tak pernah sekalipun tak adil padaku. Tuhan selalu memberikan kesempurnaan yang Ia ciptakan pada hati manusia hingga aku mengerti apa itu luka dan apa itu bahagia. Aku mengerti bahwa semua akan indah pada waktunya. Begitu juga aku yang kini telah merasakan indahnya telah melepas yang namanya rasa sakit. Aku tidak tau harus menyebut apa terhadap apa yang kurasa kini. Yang aku tau terlepas dari rasa sakit itu ‘wow’ banget. Apalagi jika tergantikan dengan rasa bahagia yang tak terduga
Sampai-sampai aku terlupa bahwa aku baru saja merasakan sakit. Yang aku ingat kini aku bahagia menjadi milikmu. Dan aku suka memberikan cintaku secara cuma - cuma padamu. Karena Cuma kamu yang aku sayang saat ini.
Tuhan, apa rencanamu selanjutnya? :D

bercerita kepada-Mu


Tuhan inikah rencana-Mu yang lain? Mengapa Engkau berikan lagi goresan tinta merah yang mengotori putihnya kebahagiaan yang kudapat. Akankah Engkau berikan kebahagiaan yang sempurna padaku?
Aku mengerti aku hina dihadapan-Mu. Dan aku memahami jika tak sepantasnya aku meminta kesempurnaan pada-Mu. Aku hanyalah hamba-Mu yang tak begitu mengerti arti bersyukur. Hingga aku selalu merintih dan bercerita pada-Mu(lagi) saat aku terluka. Dan terkadang aku tidak bersyukur dan melupakan-Mu saat aku bahagia.
Ma’afkan aku Tuhan, tetapi aku mohon hapuslah sedikit demi sedikit luka yang tertoreh disini(dihatiku). Biar aku merasakan sedikit kesempurnaan-Mu 

Sentences :)


*   Meski cinta telah membutakanku, namun aku masih mampu melihatmu dalam gelap
*   jawaban dari semua tanya hatiku adalah kamu, semestinya dan seharusnya
*  Setidaknya masih berwarna, tidak hitam seperti ceritaku
*  Sepertinya kau lupa, mungkin terlupa, atau melupakan apa yang selalu ku ingat, yaitu KITA
*  Ku akan melindungi rasaku dengan do’a agar Tuhan tetap menjagamu dalam hatiku
*  Aku merasa hangat, karena Tuhan menyelimuti rasaku
*  Berlari semakin jauh dari cahaya, hening dan membisu seketika dalam jera
*  Kiranya kau tau apa yang terasa dan harusnya kau sadari ku terluka
*  Sebuah titik sudah cukup untuk mengakhiri cerita di kisahku.
*  di titik nol aku mulai berteduh dalam hatimu, lalu 1, 2, 3 dan seterusnya sampai aku benar benar terhanyut dalam nafasmu
*  Tengoklah kehatimu, ada aku disitu
Sepertinya kau lupa, mungkin terlupa, atau melupakan apa yang selalu ku ingat, yaitu KITA

Selamat malam sayang, aku datang tanpa satupun kecuali sayangku terhadapmu.  Lagi-lagi ku merindukanmu seperti saat malam-malam sebelumnya dalam hariku. Sayang, kamu pasti sudah terlelap. Aku tau. Dan aku sengaja mendatangimu malam ini bukan untuk mengganggu tidurmu. Tetaplah kau terlelap dan bermimpi dihangatnya malammu. Aku hanya ingin melihatmu baik-baik saja malam ini. Dan sejenak untuk melepas rindu yang selalu kusimpan baik-baik dalam relung jiwaku. Sayang, aku makin lemah dan lemah saat melihatmu berlari menjauh. Memang aku bukan seorang yang kuat, tapi aku yakin hatiku masih dan  akan selalu mampu untuk menjaga perasaan ini baik-baik. Nyatanya rinduku masih tersimpan rapi dan hanya untukkmu sayang. Memang aku teramat menyayangimu sampai-sampai aku lupa bahwa menjadi kekasihmu itu hanyalah harapan saja, dan sepertinya tak akan menjadi kenyataan. Sebenarnya aku tau akan hal itu sejak dulu. Namun, hatiku mengajakku untuk selalu sabar menunggumu walau kau tak kunjung datang padaku. Aku akan selalu menunggumu sampai kau berhenti di hadapanku. Sepertinya aku akan selalu melakukan ini di malammu, mendatangimu diam-diam tanpa ada seorangpun yang tau. Biarlah Tuhan dan aku saja yang mengetahuinya. Dan hatimu yang kan merasakannya. 

Satu-satunya kesalahanku adalah
menyayangimu

Kesalahan yang bertubi-tubi yang kusyukuri...
Karena tak pernah ada penyesalan yang bersarang dihati...
Karena menyayangimu adalah sebuah anugerah yang tak
pernah lekang dalam barisan hari...
Aku ingin terbaNg bersama angin yang berhembus menuju
malammu...
Semata hanya untuk memastikan kau baik-baik saja disetiap
tidurmu...

Bercerita pada Malam

Hai  malam, aku datang dengan kilauan cahaya yang sedikit mewarnai gelapmu. Aku juga akan sedikit meramaikan sunyimu. Kali ini aku datang dengan wajah berbinar-binar menggambarkan apa yang kurasakan J. Aku akan bercerita padamu, aku bingung harus memulainya darimana :D. Aku senang, aku bisa melihatnya tidak dari kejauhan lagi. Dia datang menemuiku lagi :*
Sebenarnya ini sudah kutunggu-tunggu. Dan yang selalu ku harapkan di setiap do’aku. Aku bahagia, walau aku hanya mampu untuk melihat senyum dan suaranya lagi. Itu sudah lebih dari cukup.

Malam...
Aku menjadi orang munafik yang pura-pura biasa saja saat bertemu dengannya. Tapi, tau kah kau apa yang kurasakan sebenarnya??? Aku berteriak kegirangan dalam hatiku :D. Dan terkadang dia membuatku memilih diantara menangis atau tersenyum saat bahagia karenanya.

Malam, tau kah kau apa yang kurasa saat aku melihat matanya?? Aku tak mampu, hanya tertunduk dan tersenyum malu. Malam, sebenarnya aku ingin selalu di dikatnya. Bercerita sampai lelah. Seperti dulu. Ya, walau lagi-lagi gadis itu yang selalu dia ceritakan, tapi aku takkan pernah bosan untuk mendengarnya bercerita. Dan aku berharap ceritanya selalu tentang kebahagiaan, agar dia selalu tersenyum bersama gadis itu.

Malam, aku ingin bercerita padamu, Aku sudah menyatakan perasaanku padanya :*. Aku memberanikan diriku untuk jujur dan mengutarakan semuanya J. Aku senang walau ini takkan merubah kenyataan. Namun, aku akan tetap terus menyayanginya dan diam-diam mengaguminya :*

Malam, terima kasih ya kau mau mendengarkan ceritaku kali ini J
J AKU BAHAGIA MELIHATNYA TERSENYUM J

Cintaku bersama Tuhan


Berjalan sendiri..
Melewati masa lalu yang berlalu setelah terlepas dari cerita itu...
Berjalan tertatih menahan sakit ini...
Hingga ku memaksa bibir ini tersenyum menutupi duka...
Ku ingat saat dulu ketika senyum ikhlasku ku berikan padamu...
Dengan memancarkan wajah beribu bintang yang menyinari rasa...
Ku ingat saat dulu ketika aku terjaga dihatimu...
Aku rindu kebahagiaan...
Aku rindu senyum dan tawaku...
Saat dulu...
Sebelum semua hilang...
Ku kan selalu bercerita pada malam tentangmu...
Aku merasa hangat ...
Karena Tuhan menyelimuti rasaku...
Ku kan melindungi rasaku dengan do’a agar kau tetap terjaga dihatiku sampai nanti...
Ku kan melindungi rasaku dengan do’a agar Tuhan tetap memeluk cintaku untukmu...
Ku kan melindungi cintaku dengan do’a karena cintaku ada bersama Tuhan...


KATA

Waktu masih tetap berlari
Menempuh tahun demi tahun yg kualami
Kata pun selalu hadir dalam setiap waktu yang kulalui
Selalu menemaniku untuk mengungkapkan hasrat ini
Namun tak semua rangkainnnya dapat dimengerti oleh semua insan
Tak sedikit manusia yang selalu merangkainya untuk membuat permainan kata
Namun tak semua manusia bisa bermain dengan kata
Bahkan banyak juga manusia yang dipermainkan oleh kata
Kata...
Selalu memberi makna untuk sebuah cerita
Kata...
Selalu memberi arti untuk semuanya
Hanya kata yang mampu menjamah fikirku
Hanya kata yang mampu menafsirkan isi hatiku
Namun, apa daya saat kata hilang?
Apa kuharus membisu??
Membiarkan semua larut dalam hening??
Aku kehilangan kata ku
Aku tak bisa merangkainya
Seakan fikirku tertutup oleh awan hitam pekat
Yang menghapus tekad bulat
Yang melekat dalam penat
Yang tersirat dalam hasrat
Meski hanya sesaat


Namun, Membuatku tak bisa melihat
Melihat hidup yang singkat
Dan Membuatku terbelenggu dalam sesat

Kata...
Binasa sudah kata itu
Membinasakan hati dan rasa
Seraya tak berdaya
Karena kata adalah penafsir segalanya
Hening mencekam tanpa kata
Sepi menghantui dunia
Enyah hilang tanpa ada yang tersisa

Kata...
Kembalilah dalam genggaman
Kan kurangkai semua hingga bermakna
Kan ku goreskan dengan pena untuk menafsirkan cinta
Kata....
Kembailah ....



Inilah yang kusebut ‘CINTA’


bayangmu terlintas...
Melewati waktu yang tak terbatas...
Membuatku terdiam sekilas...
Dan mengingat rasa yang slalu membekas...
Hingga membuatku ingin berhenti bernapas...
       Namun waktu tlah menjawab teka-teki di balik sebuah kata..
       Waktu telah memperjelas garis takdirnya...
       Hingga ku tak sanggup berbicara...
       Kecuali satu kata yang selalu menggema dalam jiwa...
       Itu namamu... 
Entah mengapa...
Aku juga tak tau....
Mengapa aku bisa menyayangi orang yang tak kan menoleh padaku...
Semua karena waktu...
Yang tlah mengenalkanmu pada hatiku..
Waktu yang mengajakku mengenal cinta dalam dirimu....
Dan waktu yang mengajarkanku cara mencintaimu...
Yaitu dengan melepaskanmu....

1st


Embun pagi selalu mengawali hariku bersama kilauan cahaya
Ku mulai dengan membuka mata perlahan dan melihat bayangmu menari menghiasi cakrawala..
Membuatku teringat ketika pertama ku bertemu denganmu di bulan Juli itu
Melihatmu dengan pandangan lebih
Memperhatikanmu melalui sorotan hatiku
Saat itu aku masih belum mengerti
Tentangmu, bahkan tentang rasaku
Aku hanya memperhatikanmu dalam sisi yg berbeda
Hingga akhirnya ku mulai mengenalmu dihari itu
Hari saat ku berikan surat pertama untukmu di Kota ini
Mungkin itu bukan sesuatu yg bermakna
Tapi sesungguhnya dihatiku memiliki bnyak rasa yang tak sanggup kutuliskan di kertas itu
Aku tak tau mengapa bisa mengenalmu dari sebuah surat yang tak mengandung gambaran isi hatiku
Aku ingin mengenalmu dengan hati <3


Aku adalah pelupa, tapi aku selalu ingat tentangmu dan kita, juga saat setelah kumulai mengenalmu
Kau adalah penasehat hatiku yg membuatku nyaman dalam menjalani hidup
Kita selalu becerita sampai merasa lelah
Meski selalu ada dia disetiap ceritamu aku kan selalu mendengar ceritamu dengan hatiku
Sedikitpun aku tak pernah manghasutmu untuk berpaling darinya
Aku ingin melihat kalian baik-baik saja
Karena aku hanya ingin melihatmu tersenyum J

Disaat kau merintih, aku selalu ada untuk membuatmu tersenyum kembali untuk dia
Aku ingin kau bahagia bersama nya J

ikhlas











Kiranya kau pernah merasakan....
Betapa sakitnya melihat orang yang kau cintai tak lagi menginginkanmu...
Kiranya kau tau bagaimana rasanya...
Melihat orang yang kau sayangi tak lagi menyayangimu...
Dan sekiranya kau mengerti ....
Seberapa perihnya melihat orang yang kau cintai menginginkan orang lain...
Dan semua itu tlah menjadi kenyataan yang harus kuterima di pundakku....
Yang harus ku genggam dg tangaku....
Namun, rasanya sudah tak mampu lagi aku menghadapi kejamnya kehidupan cinta...
Bagaimana tidak???
Rasanya hatiku terpukul menerima kenyataan ini...
Aku tak sanggup...
Sungguh tak sanggup...
Ya Tuhan....
Tolonglah aku...
Tolonglah diriku...
Keluarkanlah aku dari beban ini...
Berikanlah aku keikhlasan...
Karena hanya keikhlasan yang mampu membawaku untuk menerima  takdir yang telah Kau gariskan......

Tak seindah senyum kemaren



Setiap detik bagaikan ancaman untukku...
Suatu tuntutan yang harus kuterima dengan ikhlas....
Namun rasanya ku tak sanggup untuk melakukannya....
Semula harapan besar telah datang...
Namun semakin lama harapan itu makin hilang dan berubah jadi momok yang menakutkan...
Mengubah harapan jadi kenyataan memang tak semudah yang ku kira....
Terlalu berat untuk dihadapi...
Bahkan rasanya tak sanggup mata ini untuk menatap kedepan...
Menghadapi apa yang akan terjadi di hari esok....
Aku tak tahu apa yang akan di takdirkan oleh-Nya....
Namun ku kan slalu berharap bahwa keajaiban dari-Nya selalu datang untukku...
Ya Tuhan...hamba hanya ingin Kau berikan keajaiban untuk kami...
Hamba hanya bisa memohon pada-Mu ya Allah....
Berikan Kesempatan pada kami...
Agar senyum ini bisa seindah senyum kemaren....