terima kasih waktu, telah memberikan kesempatan
untuk sekedar tau aku sudah berjalan jauh bahkan kadang kala aku berlari
untuk sekedar memahami aku telah berkelana dari satu hati ke hati yang baru
untuk sekedar mengerti berapa banyak yang pernah kudatangi untuk sekedar singgah atau melepas lelah
untuk sekedar mengerti akupun sedang duduk manis disini, ditempat yang kusinggahi sampai detik ini
aku sedang tersenyum disini bersama pemilik rumah yang selama ini kusebut hatimu
aku sedang tak ingin pergi, aku ingin disini lebih dari sekedar selamanya
aku sungguh-sungguh tak ingin singgah kembali ke hati yang baru seperti yang dulu
aku sudah lelah untuk berkelana lagi, aku ingin disini
maka jangan lupa kau tutup pintu rumahmu, agar aku tak bisa keluar dari sini
namun bukalah jendela itu agar aku tetap bisa menghela nafas barangkali satu atau dua kali
saat sudah tak ada udara lagi dirumah ini
aku berharap kau bisa menjaga rumah ini untukku
membersihkannya agar aku bisa terlelap saat lelah
jangan dorong aku keluar dari tempat ternyaman ini
aku ingin disini selalu, aku ingin disini, dihatimu!
Rabu, 09 Oktober 2013
Selasa, 08 Oktober 2013
SELAMANYA?
Iya, aku sudah berada di tempat yang terasa nyaman. aku sudah benar-benar meletakkan hatiku sepenuhnya disini tanpa ada keraguan yang berkecimpung mengikuti dan menyorot di ruang hati. Lalu bolehkah aku tetap tinggal disini? Jika iya, bolehkah ini selamanya? Banyak orang yang berkata menyayangi untuk selamanya itu adalah kebohongan saja, tapi apa salahnya aku berharap ini untuk selamanya? Apa aku terlalu bermunafik didepanmu? Atau bahakan didepanku sendiri? Apa berkata selamanya itu salah? Memang aku tak pernah tau sampai kapan Tuhan meletakkan rasa sayang ini tepat di hati kita berdua, tapi apa berdoa agar ini lebih dari sekedar selamanya itu salah? Aku sudah terlalu nyaman dengan ini, sudah seperti rumah sendiri yang selalu aku datangi untuk pulang. Untuk aku pulang dan selalu pulang. Maka kita harus selalu sama-sama meneguhkan hati kita diantara ribuan kekacauan yang dapat menghancurkan apa yang telah menjadikan kita kuat, yang dapat mengakhiri apa yang telah kita mulai bersama. lalu ucapkanlah sejenak lantunan do'a untuk kita agar Tuhan akan tetap menyelimuti hati kita diantara dingin yang dapat merusaknya, agar Tuhan tetap melindungi hati kta diantara segalanya yang mampu untuk merusaknya. Lalu genggamlah tanganku beriringan dengan senyum bahagia dan jangan pernah kau lepaskan walau sedetik saja, karena aku akan terus berharap kita tidak sekedar selamanya
Sabtu, 05 Oktober 2013
duri dimana-mana?
Aku berjalan, beriringan denganmu. Tangan kita masih sama-sama menggenggam. Tapi tidak dengan cara yang sama, tidak seperti dulu, sebelum ada duri di dalam genggaman kita. Kita mengangkat kaki lalu berpijak kembali pada langkah dusta yang terbungkus kepalsuan jiwa. Tapi ini bukan aku. Dan sepertinya bukan kamu juga. Lalu siapa? Kenapa bukan kita? Kenapa begitu? Tanyakan padaku, lalu aku akan bertanya kembali kepadamu. Karena sebenarnya tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. mungkin jawaban itu tersembunyi dibalik hati kita dan enggan untuk menjelma menjadi kata-kata. Kemana perginya jawab itu? ada yang tau? apa kamu tau? kenapa tak semua jawab dapat terpapar jelas didepan mata kita? Aku yakin hati kita sudah menelaah pertanyaan yang kita tanyakan pada hati kita masing-masing. Tapi kenapa hati kita masih juga terdiam saat itu? bahkan tak bergetar sedikitpun. Aku yakin hati kita mengerti, mungkin dusta telah merajai dan menggenggam apa yang telah menjadi rasa sakit dibalik kesenangan. Atau mungkin duri telah menjelma menjadi sebuah kapas saat kita terlelap. Dan kita tak melihat bahwa itu adalah duri yang selama ini menyakiti kita.Akankah kita menggenggam duri lagi? akankah kita menginjak duri yang sama? apa kita lupa jika duri itu menyakitkan? Sampai kita menginjak duri untuk yang kesekian kalinya. Aku ingin kita kembali merasakan sakit. bukan aku ingin menginjak duri lagi. Aku hanya ingin kita ingat kembali jika duri itu menyakitkan hingga kita tak menginjaknya lagi!
Kamis, 03 Oktober 2013
Langganan:
Postingan (Atom)