Rabu, 09 Oktober 2013

"Jika kau lelah bergandengan, jangan pernah kau lepas lalu pergi.
Tapi pelukkah aku, jika bergandengan sudah tak kau inginkan lagi"
- sss -

"selama masih ada ketidakterbukaan, lalu buat apa aku dan kamu menjelma menjadi kita?" 
- sss -

Selasa, 08 Oktober 2013

SELAMANYA?


Iya, aku sudah berada di tempat yang terasa nyaman. aku sudah benar-benar meletakkan hatiku sepenuhnya disini tanpa ada keraguan yang berkecimpung mengikuti dan menyorot di ruang hati. Lalu bolehkah aku tetap tinggal disini? Jika iya, bolehkah ini selamanya? Banyak orang yang berkata menyayangi untuk selamanya itu adalah kebohongan saja, tapi apa salahnya aku berharap ini untuk selamanya? Apa aku terlalu bermunafik didepanmu? Atau bahakan didepanku sendiri? Apa berkata selamanya itu salah? Memang aku tak pernah tau sampai kapan Tuhan meletakkan rasa sayang ini tepat di hati kita berdua, tapi apa berdoa agar ini lebih dari sekedar selamanya itu salah? Aku sudah terlalu nyaman dengan ini, sudah seperti rumah sendiri yang selalu aku datangi untuk pulang. Untuk aku pulang dan selalu pulang. Maka kita harus selalu sama-sama meneguhkan hati kita diantara ribuan kekacauan yang dapat menghancurkan apa yang telah menjadikan kita kuat, yang dapat mengakhiri apa yang telah kita mulai bersama. lalu ucapkanlah sejenak lantunan do'a untuk kita agar Tuhan akan tetap menyelimuti hati kita diantara dingin yang dapat merusaknya, agar Tuhan tetap melindungi hati kta diantara segalanya yang mampu untuk merusaknya. Lalu genggamlah tanganku beriringan dengan senyum bahagia dan jangan pernah kau lepaskan walau sedetik saja, karena aku akan terus berharap kita tidak sekedar selamanya

Sabtu, 05 Oktober 2013

duri dimana-mana?

Aku berjalan, beriringan denganmu. Tangan kita masih sama-sama menggenggam. Tapi tidak dengan cara yang sama, tidak seperti dulu, sebelum ada duri di dalam genggaman kita. Kita mengangkat kaki lalu berpijak kembali pada langkah dusta yang terbungkus kepalsuan jiwa. Tapi ini bukan aku. Dan sepertinya bukan kamu juga. Lalu siapa? Kenapa bukan kita? Kenapa begitu? Tanyakan padaku, lalu aku akan bertanya kembali kepadamu. Karena sebenarnya tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. mungkin jawaban itu tersembunyi dibalik hati kita dan enggan untuk menjelma menjadi kata-kata. Kemana perginya jawab itu? ada yang tau? apa kamu tau? kenapa tak semua jawab dapat terpapar jelas didepan mata kita? Aku yakin hati kita sudah menelaah pertanyaan yang kita tanyakan pada hati kita masing-masing. Tapi kenapa hati kita masih juga terdiam saat itu? bahkan tak bergetar sedikitpun. Aku yakin hati kita mengerti, mungkin dusta telah merajai dan menggenggam apa yang telah menjadi rasa sakit dibalik kesenangan. Atau mungkin duri telah menjelma menjadi sebuah kapas saat kita terlelap. Dan kita tak melihat bahwa itu adalah duri yang selama ini menyakiti kita.Akankah kita menggenggam duri lagi? akankah kita menginjak duri yang sama? apa kita lupa jika duri itu menyakitkan? Sampai kita menginjak duri untuk yang kesekian kalinya. Aku ingin kita kembali merasakan sakit. bukan aku ingin menginjak duri lagi. Aku hanya ingin kita ingat kembali jika duri itu menyakitkan hingga kita tak menginjaknya lagi!

Kamis, 03 Oktober 2013

"Semua berpasangan, begitu juga pertemuan dan perpisahan. namun aku berharap hanya ajal yang membuat kita terpisah" 
- sss -

Selasa, 01 Oktober 2013

"Saya lebih suka menyampaikan rasa sayang pada ibu saya dengan tindakan"
Maaf ibuk shely nggak pernah bilang sayang sama ibuk :')

Senin, 23 September 2013

Jemputlah kegelapan

Biarkanlah aku memejamkan mata barangkali 1 menit saja
sembari terbaring di atas hamparan kehangatan darimu
lalu menatap luka yang mulai terkelupas oleh waktu
dan menggantinya dengan kenangan bersamamu

lalu sampai kapan aku berhitung dengan jemari ini
menghitung hari demi hari sampai saatnya aku tenang dipelukmu
aku ingin mengakhiri ini
aku ingin mengakhiri rasa takut ini
rasa takut jika kita mulai tak beriringan menyusuri sungai yang sama
aku ingin benar-benar terikat di hatiku sendiri
hati yang selama ini tetap kau kunjungi untuk sekedar terlelap
hati yang selama ini tetap kau datangi untuk meletakkan apa yang ingin kau sandarkan

mencintaimu bagaikan berlari di tengah laut
yang akan membuatku tenggelam dan tetap tenggelam dan tak akan bisa keluar dari itu
mencintaimu bagaikan tidur lelap dengan mimpi yang indah
sampai tak ingin mengakhirinya walau 1 detik saja

akankah malam datang lebih lama dari biasanya?
aku ingin terlelap namun tidak dengan kegelapan
maka datanglah jika cahaya mulai redup dan pergi meninggalkan jejak kehampaan
dan dekaplah kegelapan sampai aku terlelap di pangkuanmu hingga malam telah hilang