Aku berjalan, beriringan denganmu. Tangan kita masih sama-sama menggenggam. Tapi tidak dengan cara yang sama, tidak seperti dulu, sebelum ada duri di dalam genggaman kita. Kita mengangkat kaki lalu berpijak kembali pada langkah dusta yang terbungkus kepalsuan jiwa. Tapi ini bukan aku. Dan sepertinya bukan kamu juga. Lalu siapa? Kenapa bukan kita? Kenapa begitu? Tanyakan padaku, lalu aku akan bertanya kembali kepadamu. Karena sebenarnya tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. mungkin jawaban itu tersembunyi dibalik hati kita dan enggan untuk menjelma menjadi kata-kata. Kemana perginya jawab itu? ada yang tau? apa kamu tau? kenapa tak semua jawab dapat terpapar jelas didepan mata kita? Aku yakin hati kita sudah menelaah pertanyaan yang kita tanyakan pada hati kita masing-masing. Tapi kenapa hati kita masih juga terdiam saat itu? bahkan tak bergetar sedikitpun. Aku yakin hati kita mengerti, mungkin dusta telah merajai dan menggenggam apa yang telah menjadi rasa sakit dibalik kesenangan. Atau mungkin duri telah menjelma menjadi sebuah kapas saat kita terlelap. Dan kita tak melihat bahwa itu adalah duri yang selama ini menyakiti kita.Akankah kita menggenggam duri lagi? akankah kita menginjak duri yang sama? apa kita lupa jika duri itu menyakitkan? Sampai kita menginjak duri untuk yang kesekian kalinya. Aku ingin kita kembali merasakan sakit. bukan aku ingin menginjak duri lagi. Aku hanya ingin kita ingat kembali jika duri itu menyakitkan hingga kita tak menginjaknya lagi!
Sabtu, 05 Oktober 2013
Kamis, 03 Oktober 2013
Selasa, 01 Oktober 2013
Senin, 23 September 2013
Jemputlah kegelapan
Biarkanlah aku memejamkan mata barangkali 1 menit saja
sembari terbaring di atas hamparan kehangatan darimu
lalu menatap luka yang mulai terkelupas oleh waktu
dan menggantinya dengan kenangan bersamamu
lalu sampai kapan aku berhitung dengan jemari ini
menghitung hari demi hari sampai saatnya aku tenang dipelukmu
aku ingin mengakhiri ini
aku ingin mengakhiri rasa takut ini
rasa takut jika kita mulai tak beriringan menyusuri sungai yang sama
aku ingin benar-benar terikat di hatiku sendiri
hati yang selama ini tetap kau kunjungi untuk sekedar terlelap
hati yang selama ini tetap kau datangi untuk meletakkan apa yang ingin kau sandarkan
mencintaimu bagaikan berlari di tengah laut
yang akan membuatku tenggelam dan tetap tenggelam dan tak akan bisa keluar dari itu
mencintaimu bagaikan tidur lelap dengan mimpi yang indah
sampai tak ingin mengakhirinya walau 1 detik saja
akankah malam datang lebih lama dari biasanya?
aku ingin terlelap namun tidak dengan kegelapan
maka datanglah jika cahaya mulai redup dan pergi meninggalkan jejak kehampaan
dan dekaplah kegelapan sampai aku terlelap di pangkuanmu hingga malam telah hilang
sembari terbaring di atas hamparan kehangatan darimu
lalu menatap luka yang mulai terkelupas oleh waktu
dan menggantinya dengan kenangan bersamamu
lalu sampai kapan aku berhitung dengan jemari ini
menghitung hari demi hari sampai saatnya aku tenang dipelukmu
aku ingin mengakhiri ini
aku ingin mengakhiri rasa takut ini
rasa takut jika kita mulai tak beriringan menyusuri sungai yang sama
aku ingin benar-benar terikat di hatiku sendiri
hati yang selama ini tetap kau kunjungi untuk sekedar terlelap
hati yang selama ini tetap kau datangi untuk meletakkan apa yang ingin kau sandarkan
mencintaimu bagaikan berlari di tengah laut
yang akan membuatku tenggelam dan tetap tenggelam dan tak akan bisa keluar dari itu
mencintaimu bagaikan tidur lelap dengan mimpi yang indah
sampai tak ingin mengakhirinya walau 1 detik saja
akankah malam datang lebih lama dari biasanya?
aku ingin terlelap namun tidak dengan kegelapan
maka datanglah jika cahaya mulai redup dan pergi meninggalkan jejak kehampaan
dan dekaplah kegelapan sampai aku terlelap di pangkuanmu hingga malam telah hilang
Minggu, 22 September 2013
Langit Malamku
Sekejap aku berkedip sembari melirik kenyataan
melihat debu-debu hitam mulai berterbangan di atas langit-langit siang
seketika aku memikirkan sebuah senyuman
yang terlukis manis dengan warna pelangi yang menyertainya
lalu aku tidur berbaring dan melihat langit yang masih biru
masih biru sampai senja merubahnya menjadi kelabu
namun memori yang tersimpan disini tetap mampu untuk mengingatmu
seseorang yang selalu merajai hati sekaligus pikiranku
jika malam datang aku akan berlari untuk melihat langit
yang sudah tak biru lagi seperti sebelum senja datang
mungkin matahari masih enggan kembali
dan ingin terlelap dan membiarkan bintang-bintang mulai menumpahi angkasa
ditanganku hanya tersisa udara yang tak mampu ku genggam
ditanganku hanya tersisa kenangan setelah engkau melepaskan genggaman
sebelum kau pulang lalu terlelap dan memelukku dalam kekuatan mimpi
namun tanganku akan tetap hangat walau hanya dalam mimpi kau bisa menggenggamku setiap hari
aku ingin meminta langit kepada Tuhan
aku ingin memilikinya hanya untuk menaburkan bintang di setiap malamnya
Andai langit itu milikku
Sudah kupakai semuanya untuk menuliskan tentangmu
melihat debu-debu hitam mulai berterbangan di atas langit-langit siang
seketika aku memikirkan sebuah senyuman
yang terlukis manis dengan warna pelangi yang menyertainya
lalu aku tidur berbaring dan melihat langit yang masih biru
masih biru sampai senja merubahnya menjadi kelabu
namun memori yang tersimpan disini tetap mampu untuk mengingatmu
seseorang yang selalu merajai hati sekaligus pikiranku
jika malam datang aku akan berlari untuk melihat langit
yang sudah tak biru lagi seperti sebelum senja datang
mungkin matahari masih enggan kembali
dan ingin terlelap dan membiarkan bintang-bintang mulai menumpahi angkasa
ditanganku hanya tersisa udara yang tak mampu ku genggam
ditanganku hanya tersisa kenangan setelah engkau melepaskan genggaman
sebelum kau pulang lalu terlelap dan memelukku dalam kekuatan mimpi
namun tanganku akan tetap hangat walau hanya dalam mimpi kau bisa menggenggamku setiap hari
aku ingin meminta langit kepada Tuhan
aku ingin memilikinya hanya untuk menaburkan bintang di setiap malamnya
Andai langit itu milikku
Sudah kupakai semuanya untuk menuliskan tentangmu
Sabtu, 21 September 2013
Bingkisan cinta untuk kita
Sekiranya
cinta melukiskan kebahagiaanku malam itu
Bersanding
diantara sendu bahagiaku
Yang
sepertinya tak ingin ku akhiri
Walau hanya
sedetik
Sekiranya
cinta melukiskan kebahagiaanmu malam itu
Mulai
menatapku tak hanya sekedar dengan mata
Mendengarku
tak hanya sekedar dengan telinga
Lalu
merasakan heningnya malam bersama hatimu yang bertuliskan namaku
Sekiranya
cinta melukiskan kebahagiaan kita malam itu
Melihat dua
bintang yang kian berpancar diantara kita
Sambil
mengingat kita, aku bertanya pada heningnya malam dan bulan
Akankah aku
berada dalam pelukmu sampai kematian menjemput?
Andai waktu
adalah milikku
Sudah
kuhabiskan semuanya untuk meletakkanmu dalam bayanganku
Lalu
bersamamu dengan membawa sejuta senyum bahagia
Sambil membungkus
cinta yang akan kita buka saat Tuhan benar-benar menyatukan kita untuk
selamanya
Minggu, 21 Juli 2013
SENYUM :)
![]() |
![]() |
| \ |
Pada dasarnya senyum adalah hal paling sederhana tapi terkadang sulit dijalani. Apalagi oleh orang yang sifatnya dingin atau oleh orang yang memiliki beban berat dalam hidupnya.
Rahasia kesederhanaan sebuah senyuman sebenarnya bisa mempengaruhi hidup kita. Meskipun hal ini terlihat spele tapi tersenyum merupakan suatu bentuk ibadah yang selayaknya selalu dijalankan.
Mungkin kamu yang sedang mempunyai masalah, beban, atau emang lagi bete, tersenyum merupakan hal yang paling susah untuk dilakukan walaupun terlihat sederhana. Tapi cobalah diam dan berfikir sejenak untuk apa kita bersusah payah meratapi kesedihan jika itu tidak ada gunanya? Apa kamu pernah berfikir kalau sebenarnya dengan kita tersenyum kita akan bahagia walau ada beban dalam hidup kita?
Coba kita merenung sejenak dan mulai merubah pola pikir kita untuk mulai tersenyum dalam menghadapi cobaan apapun dalam hidup. Saya yakin itu akan mengurangi beban dalam hidupmu walau sedikit.
“senyum bukan
hanya cara untuk menyembunyikan luka, karena itu juga cara untuk bertahan pada
bahagia yang tersisa”
Langganan:
Postingan (Atom)

